BELAJAR FISIKA
Materi fisika katanya tidak gampang. Anak-anak sulit menerima pelajaran yang diterangkan oleh guru. ketika ulangan hasilnya wao....enam puluh, paling tinggi nilai di kelas itu 85. nilai 60 merupakan nilai rata-rata di kleas itu. Bagaimana ini? Siapa yang perlu dibenahi? Apanya yang perlu dibenahi?
Benarkah pendapat anak-anak ini mewakili anak-anak secara umum. ataukah hanya dia sendiri yang mengatakan demikian?
Kalau pendapat saya ada dua sudut pandang tentang kekurangberhasilan penyerapan materi fisika oleh anak-anak.
1. Siswa (anak-anak)
Siswa bisa saja kurang konsentrasi dalam menerima penjelasan guru. Kurang konsentrasi ini yang bisa menyebabkan pikiran anak menjadi terhalang oleh apa saja yang diperhatikan. Perhatian yang ke mana-mana menjadikan materi yang terserap terpenggal-penggal sehingga tidak utuh dalam satu pengertian/satu konsep.Apabila ini terjadi pada anak maka si anak seperti tidak pernah mendapatkan materi pelajaran.Kekurangkonsentrasian anak disebabkan oleh siapa? Apakah permasalahan si anak yang sedang terpendam waktu mereka menghadapi pelajaran di kelas? Ataukah model pembelajarannya kurang sesuai ataukah kalau itu dijelaskan, penjelasannya yang terpenggal-penggal sehingga konsentrasi anak terpengaruh kondisi yang demikian. Sudah menarikkah penyampaiannya?
2. Guru
Menurut pembelaan si anak, "Gurunya kalau menerangkan menghadap ke dinding dan atas atap kelas, tidak komunikatif. Jika tinyai, penjelasannya sambil marah-marah. Orang belum tahu kan harus bertanya, setelah bertanya dijawab dengan nada yang kurang ngemong."
memang lebih enak kalau yang mengajar 2 orang guru dalam 1 pelajaran, tapi kalau tidak paham dengan penjelasan guru pertama, apa salahnya kalau bertanya dengan guru kedua..?? dan seharusnya guru kedua menjelaskan dengan penuh kesabaran,, seharusnya guru juga tidak hanya menguasai materi pelajaran, akan tetapi juga mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan murid agar murid tidak merasa bosan dengan pelajaran yang di ajarkan, guru juga harus menjaga perkataan, dan nada bicara pada murid agar murid tidak memandang sebelah mata pada guru tersebut. Jadi, sifat dan cara guru mengajar juga dapat mempengaruhi nilai siswa.
Materi fisika katanya tidak gampang. Anak-anak sulit menerima pelajaran yang diterangkan oleh guru. ketika ulangan hasilnya wao....enam puluh, paling tinggi nilai di kelas itu 85. nilai 60 merupakan nilai rata-rata di kleas itu. Bagaimana ini? Siapa yang perlu dibenahi? Apanya yang perlu dibenahi?
Benarkah pendapat anak-anak ini mewakili anak-anak secara umum. ataukah hanya dia sendiri yang mengatakan demikian?
Kalau pendapat saya ada dua sudut pandang tentang kekurangberhasilan penyerapan materi fisika oleh anak-anak.
1. Siswa (anak-anak)
Siswa bisa saja kurang konsentrasi dalam menerima penjelasan guru. Kurang konsentrasi ini yang bisa menyebabkan pikiran anak menjadi terhalang oleh apa saja yang diperhatikan. Perhatian yang ke mana-mana menjadikan materi yang terserap terpenggal-penggal sehingga tidak utuh dalam satu pengertian/satu konsep.Apabila ini terjadi pada anak maka si anak seperti tidak pernah mendapatkan materi pelajaran.Kekurangkonsentrasian anak disebabkan oleh siapa? Apakah permasalahan si anak yang sedang terpendam waktu mereka menghadapi pelajaran di kelas? Ataukah model pembelajarannya kurang sesuai ataukah kalau itu dijelaskan, penjelasannya yang terpenggal-penggal sehingga konsentrasi anak terpengaruh kondisi yang demikian. Sudah menarikkah penyampaiannya?
2. Guru
Menurut pembelaan si anak, "Gurunya kalau menerangkan menghadap ke dinding dan atas atap kelas, tidak komunikatif. Jika tinyai, penjelasannya sambil marah-marah. Orang belum tahu kan harus bertanya, setelah bertanya dijawab dengan nada yang kurang ngemong."
memang lebih enak kalau yang mengajar 2 orang guru dalam 1 pelajaran, tapi kalau tidak paham dengan penjelasan guru pertama, apa salahnya kalau bertanya dengan guru kedua..?? dan seharusnya guru kedua menjelaskan dengan penuh kesabaran,, seharusnya guru juga tidak hanya menguasai materi pelajaran, akan tetapi juga mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan murid agar murid tidak merasa bosan dengan pelajaran yang di ajarkan, guru juga harus menjaga perkataan, dan nada bicara pada murid agar murid tidak memandang sebelah mata pada guru tersebut. Jadi, sifat dan cara guru mengajar juga dapat mempengaruhi nilai siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon diisi!