TAHU DIRI
Setiap kita pasti mempunyai kesibukan. Kesibukan dengan keluarga, menangani pekerjaan yang harus diselesaikan dengan target waktu, menggeluti apa yang menjadi kesenangan atau hobi. Kesibukan yang berbagai macam bentuknya membuat kita untuk lebih pandai mengatur diri. Pandai mengatur waktu. Harus pandai, mengatur diri, waktu, keuangan, tenaga, dll. Ketika asyik mengerjakan yang berhubungan dengan pekerjaan maka waktu seakan tak terasa. Merasa hanyut dalam suasana kerja yang memang sebaiknya dikerjakan dengan mental serta tenaga total. Pekerjaan yang mengasyikkan, mengerjakan dengan berbagai ide bermunculan membuat keinginan menyelesaikan dengan baik dan semakin baik.
Wah... kerja sungguhan nich?
Muncul ide satu tambah satu dan tiada henti. Kalau bekerja secara total bisa juga lupa juga pada waktu, rasanya masih sebentar yang telah dikerjakan. Waktu berjalan dengan cepat. Apakah waktu tidak bisa diulur ya? Eh.. waktu diulur emangnya karet gelang? Bertambahnya ide berarti semakin pandai, bukan? Ya, itu bertambah pandai dengan melakukan sesuatu. Ide muncul dengan sendirinya, mengalir seirama dengan apa yang kita kerjakan. Ingin pandai ternyata gampang khan. Lakukan sesuai dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dulu, nanti berkembang pengetahuan itu bersama dengan permasalahan yang ditemui saat menjalani pekerjaan. Dengan melakukan, ilmu malah berkembang, bertambah, yang menjadi pintar tanpa terasa. Ingin pintar berarti ya lakukan, kerjakan, dan jalani dulu apa yang kauingin lakukan. Pintar dah...!
Pintar itu bagus. Yang harus dicermati lagi pintar mengatur waktu. Waktu kok diatur. Waktu bisa dibengkokkan atau dimodel sesuai dengan kehendak? Barang .....kale? Bukan kan. Sebetulnya diri kita yang harus tahu waktu. Kapan waktu mengerjakan sesuatu harus selesai, kapan saatnya break bila asyik mengerjakan atau melakukan pekerjaannya. Harus pintar...! Artinya harus ingat alias tidak lupa. Kalau ingat itu berarti sadar. Sadar bila sedang menjalani lakuan mengerjakan sesuatu. Kalau nggak sadar, apa gila atau lupa ingatan? Enggak lah... Cukup menyadari kalau kita melakukan ini dan itu. Ingat dalam melakukan apa saja yang dijalani. Lupa berrati tidak ingat. Tidak ingat? ya... harus selalu sadar. Pintar tapi tidak sadar atau lupaan, dimana pintarnya? Hilang nanti....Jadinya apa? ya hilang.
Seyogyanya harus selalu tetap sadar sehingga menyadari bila ada pergantian waktu, pergantian yang perlu ditangani, gitu kan?
Ngono yo ngo ning ojo ngono. Konsen ke pekerjaan ya konsen tetapi ya harus mengetahui batas waktunya. Apa yang harus dilakukan pada hari ini, punya janji apa ya dengan teman, suami/istri, kebutuhan diri yang lain. Ini mungkin yang bisa disebut tahu diri. Tahu yang harus diri sedang melakukan, tahu waktu bergantinya yang dilakukan.
Ngono yo ngo ning ojo ngono. Konsen ke pekerjaan ya konsen tetapi ya harus mengetahui batas waktunya. Apa yang harus dilakukan pada hari ini, punya janji apa ya dengan teman, suami/istri, kebutuhan diri yang lain. Ini mungkin yang bisa disebut tahu diri. Tahu yang harus diri sedang melakukan, tahu waktu bergantinya yang dilakukan.
Tahu diri menjadikan semua apa yang menjadi tugas kita bisa dijalani dengan tepat. Jadinya, bervariasi. Hidup yang variatif, tidak mono tone. Semua target terlaksana. Semua orang bisa merasakan "diri kita" termasuk diri sendiri. Enak khan?
Teman merasa senang karena perjanjiannya terpenuhi, istri/ suami senang karena terlayani, pekerjaan tuntas karena dikerjai, hobi tersalur karena kita dapat mengendalikan diri.
Ya, begitulah kiranya orang harus pandai untuk tahu diri.
Teman merasa senang karena perjanjiannya terpenuhi, istri/ suami senang karena terlayani, pekerjaan tuntas karena dikerjai, hobi tersalur karena kita dapat mengendalikan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon diisi!