Anak-anak Play Group, SD/MI, SMP/MTs,SMA/SMK mulai masuk sekolah.Ada yang seragam sekolahnya terlihat masih terlihat kebaruannya.Sepatu bersih banyak dipakai siswa.Tas baru yang berisi buku-buku bersampul rapi sudah disiapkan.Potongan rambut baru, rapi, tertata dan yang perempuan rambut terikat rapi pula.Serba barulah pokoknya.
Tahun ajaran baru 2011/2012 dimulai pada hari Senin, 11 Juli 2011.Tahun ajaran baru tidak ubahnya tahun baru yang lain. Tahun baru tahun yang berganti dengan yang baru.Bergantian tahun tidak terasa, tidak diketahui, hanya kalender atau kalender paendidikan yang menunjukkan bergantinya tahun. Bergantinya tahun mengharuskan orang membuat rencana, program yang baru. Program yang dahulu di-update dan disetting dengan model yang lebih bagus.
Baru berarti berubah. Perubahan dengan meninggalkan yang lama yang sudah usang. Yang usang ya harus diganti bila itu mengganggu mobilitas. Melihat saja terasa kurang sedap bila yang usang masih menempel. Penglihatan terganggu membawa pengaruh ke pikiran atau perasaan. Perasaannya sudah merasakan yang baru, terkondisi pada hal baru karena tahun ajaran baru.
Perasaan ada hubungannya dengan pikiran yang keduanya tidak bisa terpisahkan dalam diri. Pikiran baru karena pikiran baru, pikiran baru karena persaannya baru.Seperti uang logam yang permukaan satu mendukung permukaan yang satunya, kompak antara keduanya. Pikiran menimbulkan perasaan, diantaranya. Pikiran baru memunculkan semangat (perasaan)baru.
Semangat baru yang memotivasi program baru sehingga dalam perjalanannya lebih mulus, lebih bagus. Kalau tidak ada semangat apalah artinya tahun baru. Semangat merupakan obor yang memanasi diri supaya terus antusias waktu menjalankan program yang terencana. Program yang dibuat apabila dijalankan dengan perasaan dingin seperti apa hasilnya. Mau membuat kopi, airnya dingin, perut ndak terima. Protes dengan berjingkrak-jingkrak mengitari dinding, mulas, melilit, sakit. Mana bisa lancar perjalanan program baru ini?
Untuk para siswa, utamanya 'semangat baru' jangan sampai tercecer. Ok, kelihatannya anak-anak bersemangat sekali masuk hari pertama sekolah. Penampilannya semangat. Saya yakin penampilan itu tersembul dari dalam diri dalam menyongsong tahun ajaran baru.
Ingat kan? Sepatu sudah baru, penampilan sudah baru, semangat baru, sesuatu yang usang atau jelak diganti yang baru pula. Usang yang artinya jelek, misalnya malas belajar diganti rajin belajar, yang dulu merasa tidak pandai diganti dengan merasa pandai. Segala ilmu yang diberikan oleh Bapak/Ibu Guru pasti dimengerti dan bisa. "Aku pasti bisa". Kata-kata ini yang mestinya selalu berada dalam benak siswa,orang Indonesia.Dengan merasa bisa-tanpa menyombongkan diri-kita selalu optimis dalam menjalani program baru.Kalau sudah de3mikian, sukses menyertainya.
SANG PEMBELAJAR YANG SELALU BELAJAR BAIK DARI BUKU-BUKU, NARA SUMBER, INTERNET, DIRI SENDIRI, PERISTIWA ATAU ALAM
Minggu, 10 Juli 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
TAHU DIRI
Setiap kita pasti mempunyai kesibukan. Kesibukan dengan keluarga, menangani pekerjaan yang harus diselesaikan dengan target waktu, menggeluti apa yang menjadi kesenangan atau hobi. Kesibukan yang berbagai macam bentuknya membuat kita untuk lebih pandai mengatur diri. Pandai mengatur waktu. Harus pandai, mengatur diri, waktu, keuangan, tenaga, dll. Ketika asyik mengerjakan yang berhubungan dengan pekerjaan maka waktu seakan tak terasa. Merasa hanyut dalam suasana kerja yang memang sebaiknya dikerjakan dengan mental serta tenaga total. Pekerjaan yang mengasyikkan, mengerjakan dengan berbagai ide bermunculan membuat keinginan menyelesaikan dengan baik dan semakin baik.
Wah... kerja sungguhan nich?
Muncul ide satu tambah satu dan tiada henti. Kalau bekerja secara total bisa juga lupa juga pada waktu, rasanya masih sebentar yang telah dikerjakan. Waktu berjalan dengan cepat. Apakah waktu tidak bisa diulur ya? Eh.. waktu diulur emangnya karet gelang? Bertambahnya ide berarti semakin pandai, bukan? Ya, itu bertambah pandai dengan melakukan sesuatu. Ide muncul dengan sendirinya, mengalir seirama dengan apa yang kita kerjakan. Ingin pandai ternyata gampang khan. Lakukan sesuai dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dulu, nanti berkembang pengetahuan itu bersama dengan permasalahan yang ditemui saat menjalani pekerjaan. Dengan melakukan, ilmu malah berkembang, bertambah, yang menjadi pintar tanpa terasa. Ingin pintar berarti ya lakukan, kerjakan, dan jalani dulu apa yang kauingin lakukan. Pintar dah...!
Pintar itu bagus. Yang harus dicermati lagi pintar mengatur waktu. Waktu kok diatur. Waktu bisa dibengkokkan atau dimodel sesuai dengan kehendak? Barang .....kale? Bukan kan. Sebetulnya diri kita yang harus tahu waktu. Kapan waktu mengerjakan sesuatu harus selesai, kapan saatnya break bila asyik mengerjakan atau melakukan pekerjaannya. Harus pintar...! Artinya harus ingat alias tidak lupa. Kalau ingat itu berarti sadar. Sadar bila sedang menjalani lakuan mengerjakan sesuatu. Kalau nggak sadar, apa gila atau lupa ingatan? Enggak lah... Cukup menyadari kalau kita melakukan ini dan itu. Ingat dalam melakukan apa saja yang dijalani. Lupa berrati tidak ingat. Tidak ingat? ya... harus selalu sadar. Pintar tapi tidak sadar atau lupaan, dimana pintarnya? Hilang nanti....Jadinya apa? ya hilang.
Seyogyanya harus selalu tetap sadar sehingga menyadari bila ada pergantian waktu, pergantian yang perlu ditangani, gitu kan?
Ngono yo ngo ning ojo ngono. Konsen ke pekerjaan ya konsen tetapi ya harus mengetahui batas waktunya. Apa yang harus dilakukan pada hari ini, punya janji apa ya dengan teman, suami/istri, kebutuhan diri yang lain. Ini mungkin yang bisa disebut tahu diri. Tahu yang harus diri sedang melakukan, tahu waktu bergantinya yang dilakukan.
Ngono yo ngo ning ojo ngono. Konsen ke pekerjaan ya konsen tetapi ya harus mengetahui batas waktunya. Apa yang harus dilakukan pada hari ini, punya janji apa ya dengan teman, suami/istri, kebutuhan diri yang lain. Ini mungkin yang bisa disebut tahu diri. Tahu yang harus diri sedang melakukan, tahu waktu bergantinya yang dilakukan.
Tahu diri menjadikan semua apa yang menjadi tugas kita bisa dijalani dengan tepat. Jadinya, bervariasi. Hidup yang variatif, tidak mono tone. Semua target terlaksana. Semua orang bisa merasakan "diri kita" termasuk diri sendiri. Enak khan?
Teman merasa senang karena perjanjiannya terpenuhi, istri/ suami senang karena terlayani, pekerjaan tuntas karena dikerjai, hobi tersalur karena kita dapat mengendalikan diri.
Ya, begitulah kiranya orang harus pandai untuk tahu diri.
Teman merasa senang karena perjanjiannya terpenuhi, istri/ suami senang karena terlayani, pekerjaan tuntas karena dikerjai, hobi tersalur karena kita dapat mengendalikan diri.
Mencari Ilmu
Mencari Ilmu
Mencari ilmu tidak terbatas oleh waktu. selama masih sempat diupayakan selalu mencari. mencari ilmu tidak terbatas oleh tempat. Dimanapun berada, bisa mendapatkan ilmu.segala sesuatu bisa diraih hanya dengan ilmu. ilmu yang bermanfaat, tentunya. Termasuk, pada kali awal ini menulis-nulis dengan harapan apa yang tertulis ini bermanfaat yang membacanya.
Membaca, salah satu cara awal untuk mendapatkan ilmu.Bacaan adalah apa saja yang ada di hadapan, yang ditemui atau yang dialami. Semua mengandung ilmu. Membaca pengalaman, membaca buku, membaca peristiwa, akan menambah ilmu. Kalau mencari pasti mendapatkan.
Apa wujud ilmu yang didapatkan? Kelihatannya sangat halus untuk diwujudkan, tetapi dapat diucapkan atau dibuktikan bahwa manusia berilmu itu 'bisa'.
Bisa, iya... bisa melakukan, bisa menyelesaikan pekerjaan, bisa memperoleh apa yang kita inginkan.
Bagi pembelajar, belajar dengan maksimal pasti mendapatkan lebih banyak ilmu.
Ilmu, sarana untuk mencapai kesenangan. Bersama ilmu bisa memperoleh apa yang dicita-citakan. Dengan ilmu bisa diraih kebahagiaan.
Mencari ilmu tidak terbatas oleh waktu. selama masih sempat diupayakan selalu mencari. mencari ilmu tidak terbatas oleh tempat. Dimanapun berada, bisa mendapatkan ilmu.segala sesuatu bisa diraih hanya dengan ilmu. ilmu yang bermanfaat, tentunya. Termasuk, pada kali awal ini menulis-nulis dengan harapan apa yang tertulis ini bermanfaat yang membacanya.
Membaca, salah satu cara awal untuk mendapatkan ilmu.Bacaan adalah apa saja yang ada di hadapan, yang ditemui atau yang dialami. Semua mengandung ilmu. Membaca pengalaman, membaca buku, membaca peristiwa, akan menambah ilmu. Kalau mencari pasti mendapatkan.
Apa wujud ilmu yang didapatkan? Kelihatannya sangat halus untuk diwujudkan, tetapi dapat diucapkan atau dibuktikan bahwa manusia berilmu itu 'bisa'.
Bisa, iya... bisa melakukan, bisa menyelesaikan pekerjaan, bisa memperoleh apa yang kita inginkan.
Bagi pembelajar, belajar dengan maksimal pasti mendapatkan lebih banyak ilmu.
Ilmu, sarana untuk mencapai kesenangan. Bersama ilmu bisa memperoleh apa yang dicita-citakan. Dengan ilmu bisa diraih kebahagiaan.

